Wabup Tanggamus Resmi Lepas Tim Ekspedisi Kolaborasi Perbaikan Jembatan Gantung di Pekon Tampang Muda

banner 468x60

KOTAAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus secara resmi melepaskan Ekspedisi Jembatan Gantung yang ada di Pekon Tampang Muda pada hari Senin (22 September 2025).

Kegiatan penuh makna ini digelar sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap perbaikan Jembatan Gantung Tampang Muda di Kecamatan Pematang Sawa yang kondisinya rusak parah dan membahayakan keselamatan warga, terutama para pelajar yang melintasinya setiap hari.

Inisiatif mulia ini lahir dari respons cepat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, setelah kondisi jembatan tersebut viral di media sosial dan mendapat perhatian luas. Keduanya sepakat bahwa akses pendidikan dan keselamatan warga tidak boleh terhambat hanya karena infrastruktur yang rusak.

Dalam ekspedisi ini, Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung bertugas langsung sebagai tenaga teknis, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mahasiswa, pecinta alam, dan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini sungguh mencerminkan semangat gotong royong yang terus hidup di masyarakat Lampung.

Pelepasan tim ekspedisi berlangsung khidmat di rumah dinas Wakil Bupati Tanggamus, dipimpin oleh Wakil Bupati Agus Suranto yang mewakili Bupati Moh. Saleh Asnawi. Dalam sambutannya, Agus menekankan bahwa kehadiran para relawan merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial.

Wakil Bupati Agus Suranto menyatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan kekuatan gotong royong. Pemerintah, masyarakat, komunitas, bahkan sektor swasta bersatu untuk kebaikan bersama.

“Semoga ekspedisi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang berarti bagi warga Tampang Muda, terutama anak-anak kami yang setiap hari berjuang untuk menempuh pendidikan,” ujarnya penuh haru.

Dengan doa bersama, Agus secara simbolis melepas tim ekspedisi. Perbaikan jembatan ditargetkan selesai pada akhir September 2025, sehingga akses publik dapat kembali normal, aman, dan nyaman.

“Masyarakat berharap jembatan ini, yang menjadi penghubung vital antar warga Pematang Sawa, tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur tetapi juga sebagai simbol persatuan dan kepedulian bersama. Pungkasnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *