Saat Sedang Berkebun, Warga Pekondoh Kecamatan Cukuh Balak Tewas Digigit Ular Berbisa

banner 468x60

TANGGAMUS – Seorang warga Pekon Pekondoh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, meninggal dunia diduga digigit ular berbisa saat berkebun.

Kapolsek Cukuh Balak, Polres Tanggamus, Ipda Wahyu Fajar Dinata mengatakan, korban bernama Sanwari (48) ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut berbusa setelah mengeluhkan nyeri pada kaki kanannya.

“Kejadian ini terjadi saat korban sedang bekerja di kebunnya pada Minggu, 18 Mei 2025, sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Ipda Wahyu Fajar Dinata mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, dalam keterangannya, Senin (19/5/2025).

Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut bermula saat korban sedang memotong rumput di kebunnya. Kemudian, tiba-tiba korban menelepon istrinya dan mengaku merasakan gigitan di kakinya. Namun, saat itu belum diketahui hewan apa yang menggigitnya.

Tak lama kemudian, korban menunjukkan gejala keracunan seperti mulut berbusa dan langsung tak sadarkan diri.

Personel Polsek Cukuh Balak bersama tim Tagana yang mendapat laporan terkait kejadian tersebut kemudian bersama masyarakat setempat langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Putih Doh.

“Sayang, saat tiba di fasilitas kesehatan, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.

Kapolres mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya luka kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban diduga kuat meninggal dunia akibat gigitan ular. Ditemukan bekas gigitan pada jari kaki kanan,” ungkapnya.

Kapolres menyampaikan, langkah kepolisian yang telah dilakukan antara lain olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, dan pendampingan keluarga korban.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” kata Kapolres.

“Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terutama saat beraktivitas di kebun atau hutan yang rawan terdapat hewan berbisa.

“Kami ingatkan kepada warga agar lebih berhati-hati dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan hewan yang mencurigakan,” pungkasnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *